Flyin’ Fingers

Cupid mencari hati – hati yang saling merindui
Sepanah demi sepanah melesat kesana kemari
Sepasang demi sepasang silih berganti
Bertebaran keangkuhan pecinta sejati

Tercipta kisah roman kurenungi hari ini
Pilu dan sedih tak sama saat terbaca
Rapuh, ringan tercerai berai setelah terlahap api
Sesal ucap lelaki gila

Bara rokok terangi sudut kamar yang gelap
Asap mengepul sesakkan ruangan sempit nan pengap
Duduk bersimpuh lamunku meraja
Berangan keranda tak kunjung tiba

Riuh tak kedipkan mata
Sunyi hingga sempitkan samudra
Cantik tak buai nafsu
Molek hanya dia, kau, kalian dan mereka yang tahu

Sekilas kudamba sepasang mata lentik
Pejamnya telan pesona
Tatapnya harukan semesta
Terbayang betapa manja, unik dan cantik

Sedetik kukira kaulah sang hawa
Yang kudamba saat fajar tiba
Sejurus kusangka kaulah sang mama
Yang terlelap diranjangku nantinya

Inilah sang nyata,.. hai pecundang gila..!!
Kaulah sang perkasa
Rasakan yang kau baca
Tak usah perdulikan akhir nelangsa

Pikiranku berjuta padanya
Terima sejarah tinggal nama karnanya
Aman dan tentram termakna
Liang itu belum mau kugali dan kubuka

Akankah dia merasa
Bait akhir kaulah kini kudamba
Terlantun doa untuknya
Terimalah aku apa adanya

Rungkut, January 27th 2007

 

Untai kata, silih berganti menyapa kita.