Kenangan Tentang Kita

kenangan cinta kita mengenangmu

Saat matahari berlalu,
dan bulan menggantinya.
Akupun berlalu di sudut kota,
dan diantara gedung-gedung tua.

Bagaikan angin,
aku semakin jauh melangkah.
Hampa dan dingin kurasa,
tapi aku terus berjalan.

Dan inilah jalan kenangan kita,
kenangan antara kamu dan aku.
Sering teringat hembusan angin malam,
yang pernah kita nikmati bersama.

Para gedung tua dan lampu jalan,
sebagai saksi kenangan kita.
Mungkin mereka juga menangis,
saat melihat aku tanpa kamu.

Kini, kenangan hanya tingal kenangan,
cerita tinggalah cerita.
Aku kini hanya menatap langit malam,
bersama angin malam.

by : ellena (@ellenaaELN)

Bagi untuknya...
Email this to someonePrint this pageShare on Facebook115Tweet about this on Twitter1Share on Google+58Share on TumblrPin on Pinterest0
0 votes

Untai kata, silih berganti menyapa kita.