Perjalanan

Saat semua raga telah lelah
Ketika semua yang pernah kurindui musnah
Pada saat semua hasrat tak kunjung berpendar
Api semangat pun tak berpijar

Inilah harinya…
Apa yang telah aku lupakan
Apa yang telah aku dustakan
Apa yang telah aku nistakan

Inilah harinya….
Inilah akhir perjalanan itu
Inilah akhir penantian itu
Atau fatamorgana belaka
Atau awal antrean penantian panjang yang lain

Inikah harinya..
Buah dari rasa manis yang ada
Abu dari semangat yang membara
Atau malah butiran embun di pagi buta

Apa yang aku, dia, kalian, mereka, dan anda cari
Saat masa muda ada digenggaman jari
Masa tua menjelang perlahan dan pasti
Tak kunjung jua aku, dia, kalian, mereka dan anda temui

Para sahabat dan segenap pengagum cinta
Hari inilah yang aku, dia, kalian, mereka dan anda tapaki
Kecewa, sesal, puas, bahagia hari inilah yang pasti
Tak puaskah aku, dia, kalian, mereka dan anda ?

Ingin sekali kutemukan jalan cahaya
Yang tersimpan didalam nurani sang fana
Karna tak mampu kutahan semua siksa
Menuju kembali pada Yang Esa

19-01-07

Print this pageEmail this to someoneShare on Facebook19Tweet about this on Twitter1Share on Google+0Share on LinkedIn0Share on Tumblr
0 votes

Untai kata, beriringan menyapa kita, Terima kasih semua.

Salam Redaksi

Puisi Rindu selalu bergelora dihati siapa saja yang terpanah asmara, sanjungan demi sanjungan yang dikemas dalam kenangan menjadi berbagai judul puisi rindu. Kangen pacar agaknya masih mendominasi karya-karya kontributor puisi galau, puisi tentang rindu agaknya tak pernah mati mendapat inspirasi, berbagai salam rindu yang ditebar dalam bait-bait atau sajak-sajak cinta menjadi kekayaan intelektual yang indah. Rindu ini akan terus membakarku, hingga aku tak mampu lagi mengingat siapa diriku, diman