Puisi Patah Hati

Puisi Patah Hati

Kumpulan Puisi Patah Hati Hingga 2016

~ Antara Kau dan Bintang ~

Menggapaimu layaknya menggapai bintang Melihatmu layaknya melihat bintang Pancaran wajahmu sinari hatiku layaknya pancaran bintang yang menyinari malam Senyummu layaknya kelap kelip bintang Namun Apa dayaku Mungkin benar Aku adalah pungguk Tak perlu ku menggapaimu Karena hanya dengan melihatmu,...

~ Semua Terkikis ~

satu hari itu,, buat kami ini,, yang terpinggirkan,, dan yang tak dianggap,, bila semua nya akan pergi,, burung gereja pun terbang dan senja melambaikan tangannya,, itu tanda semua nya sudah gila,, ya bikin aku gila,, kenapa harus seperti ini,,...

~ Hatiku Patah ~

Derai air mata ku tak henti mengucur perih nya, sayatan pisau cinta mu membuat tangis dan pedih membaur Oh Cinta, Inikah wujud mu menjelma dalam layar ku bentang Terhantam badai kedukaan Terhempas pada dasar laut kesengsaraan Arah ku hilang,...

~ Coretan ~

Sulit lidah ini untuk berucap sepatah kata Karna dirimu tlah menjahit rasa yg tak perna asa Aku tahu diriku bukanlah raja di atas tahta Tp cinta tak pernah ada dalam pandangan mahkota Cinta . . . Kau tak sadari...

~ 18 hari Cintaku ~

18 hari cintaku Aku akan berada disini 18 hari cintaku Kau takkan peduli 18 hari cintaku Ya,hanya tinggal 18 hari aku disini Terkapar sayang aku sendiri tiada penopang terbuang sayang aku tersisih oleh mereka lihat aku sayang aku yang...

~ Lembar Kenangan ~

Kamu masih berada di sudut hatiku, masih ada cukup ruangan yang indah untukmu. Mungkin aku tak lagi ada di hatimu, tapi pernahkan kau sadari arti dirimu untukku? Tetesan air mata yang tak terbendung, menjadi sebuah genangan kerinduanku. Kamu adalah...

~ Sebongkah Kayu ~

Sebongkah kayu yang begitu kokoh kini mulai rapuh Terkikis oleh organisme kecil didalamnya. Begitu lapuk hingga tak mampu berdiri tegak Layu layaknya bunga yang telah hilang usia.. Mengapa …? Mengapa demikian …? Karena ia sudah tak mampu menanggung beban...

~ Tangisan Malam ~

Dibawah salah satu sisi langit, Aku terduduk diantara cahaya bulan dan lampu taman. Berharap suatu keajaiban 'kan datang padaku,  Membawa serta alunan sendu dari hati.   Diantara pohon yang menari Dan diantara para jangkrik penyanyi. Aku masih menatap langit...

~ Takkan Kembali ~

Diantara langit malam, aku termenung sendiri dibawah terang bulan. Dengan pikiranku yang berkecamuk, dimana kamu?   Beberapa bintang mulai kehilangan cahaya terangnya, begitupun dengan diriku yang mulai kehilangan sosok dirimu. Terlalu rumit untuk menghapus memori tentangmu,  memori tentang kita...

~ Berbagi selendang ~

Kau yang duduk diujung cemas,Menggugah cinta yang lama pulas,Suar ditengah lautan padam,Pelangi dalam badai dikejauhan,Arah ketika gelap kian menguasai,Hingga mampu kutunjuk daratan,Jelaskan peta tepi-tepi harapan, Dan berakhir pada intepretasi pesisir mimpi, Walau badai tak juga berhenti,Disana kulihat jalan capai bumi,Pelangi...

~ Tanpa Judul ~

Ada sentuhan dalam ingatan Ada kelembutan di setiap belaian Mengisyaratkan luka dalam hati Melagukan syahdu dalam kesedihan Dalam gelap aku sendiri Gelap ini yang melihat kegundahan hati Dalam hening aku terisak Hening ini yang melihat ku terhempas lemah Kasih…...

~ Cinta dan Perbedaan ~

Tuhan yang menciptakan keindahanTuhan yang menciptakan cintaSalahkah?Apakah keindahan ini harus dipertentangkan? Perasaan ini bukan rekayasaBukan hanya sekedar ceritaYang ditulis oleh sutradaraPerasaan ini bukan gulmaYang keberadaannya harus dibasmi

~ Namamu ~

Mungkin kau tak pernah tahu apa yang kutulis disini Yang terkadang tak tereja di setiap syairnya Yang takkan pernah selesai kurangkai untukmu Dan tak tak pernah lelah kugoreskan di tiap aksaranya Hingga kata yang kupintal menjadikan namamu Izinkan aku...

~ Jika Aku Tahu ~

Jika aku tahu itu akan menjadi yang terakhir kalinya… ketika melihatmu pergi berlalu kuakan erat memelukmu Jika aku tahu itu akan menjadi yang terakhir kalinya… Aku ingin menyisihkan beberapa menit untukmu Berhenti lantas katakan Aku mencintaimu

~ Perjalanan Pecundang ~

Nona, kuputuskan untuk memburumu di kaca bis ini, di samping tempat dudukku yang membuatku tampak diam sebab aku cemburu pada jalanan yang tak pernah luput dari matamu

~ Terima Saja ~

Tanyaku pada Sang MahaApa mata ini kau setting sedemikian rupaKu hanya bisa terpesona olehnyaSeorang wanita yang sungguh ayu bak boneka Aku tak memandangi tubuhnyaTak serta merta aku nafsu melihatnyaAku juga tak pandangi dadanyaYang kata orang buah neraka