Sahabat Jadi Cinta

Ingatkah kau saat kita bersama
Terbang menembus ganasnya kesendirian
Bersama berlari gapai cahaya masa depan
Walau arahmu kebarat dan aku ketimur

Ingatkah kau senyum lebar kita
Selalu kaburkan kesepian cinta
Tepiskan tangis penyesalan semu
Jauh rasa ketakmampuan ruang hati

Rangkulan tanganmu redam amarahku
Saling tuntun walau tak beriringan
Kita berdekatan walau tak sejalan
Kita selalu ada walau tak berjanji

Ahhh!!, api surga menjilatku….

Mata air hangat sapaku berubah jadi panas
Membara bagai api surga
Jilatannya telah hancurkan ikatan
Rantai yang telah lama dan berkarat

Kuingin lantunan lebih darimu
Yang kau berikan untuk peri kecilmu
Kuingin buaian lembut hatimu
Hanya kuingin dan kumau

Maafkan hati ini berubah warna
Jingga jadi merah merona
Tuhan telah merubahnya seketika pula
Adakah sedikit ruang maafmu demi hati jingga

pencil spirit 230807

 

Print this pageEmail this to someoneShare on Facebook140Tweet about this on Twitter1Share on Google+5Share on LinkedIn0Share on Tumblr
0 votes

Untai kata, beriringan menyapa kita, Terima kasih semua.

Salam Redaksi

Puisi tentang sahabat sejati selalu menarik untuk melukiskan betapa berartinya persahabatan yang terjalin. Seolah ketika kita bertemu sahabat, ada ikrar yang tak terucap dan tak terpikirkan namun tertulis pada keadaan bahwa "kau adalah sabatku yang terbaik", walau sebagai manusia tak luput dari kesalahan, sahabatmu itu sebenarnya selalu termaafkan, terbukti dengan mudahnya kamu melupakan kesalahan mereka. Akan tetapi pada beberapa kasus, justeru karena pernah menjadi sahabat sejati terbaik, seka