Tantangan Siang

puisi alam siangHebatnya terik 12 pas
Kabut jadi kepulan panas
Lembut berubah cadas
3 jam tak jua puas,

Apalah aku hanya penikmat
Segala benda cair dan padat
Terang warna semakin pekat
Diatas bumi menjelang tamat,

Terik pun tak surutkan langkah
Berpadu berlari ke segala arah
Menggapai nanti bukan kini
Hadapi anggap kasih ibu matahari,

Terima saja wahai manusia !
Kau hanya dalam semesta !

Camkan dendang,

Siang …
Sandang …
Terang …
Peluang …
Terjang …
Menang …

20|12|20|12
giras49

Print this pageEmail this to someoneShare on Facebook2Tweet about this on Twitter1Share on Google+5Share on LinkedIn0Share on Tumblr
0 votes

Untai kata, beriringan menyapa kita, Terima kasih semua.

Salam Redaksi

Puisi keindahan alam mengacu pada kekaguman akan begitu luas dan indahnya ciptaan Tuhan, seolah tak cukup kata untuk melukiskannya. Keluasan dan keindahan yang hanya bisa diimbangi oleh luas dan indahnya jiwa kita sendiri, kekaguman yang digali dari jiwa yang kemudian dituangkan kedalam puisi hingga menjadi contoh puisi keindahan alam yang paling mewakili kekaguman betapa hebatnya Sang Pencipta, yang kemudian pantas dikemas dengan menyelipkan rasa syukur didalamnya. Bila mengagumi gunung, tak ha