Tantangan Siang

puisi alam siangHebatnya terik 12 pas
Kabut jadi kepulan panas
Lembut berubah cadas
3 jam tak jua puas,

Apalah aku hanya penikmat
Segala benda cair dan padat
Terang warna semakin pekat
Diatas bumi menjelang tamat,

Terik pun tak surutkan langkah
Berpadu berlari ke segala arah
Menggapai nanti bukan kini
Hadapi anggap kasih ibu matahari,

Terima saja wahai manusia !
Kau hanya dalam semesta !

Camkan dendang,

Siang …
Sandang …
Terang …
Peluang …
Terjang …
Menang …

20|12|20|12
giras49

Untai kata, silih berganti menyapa kita.