Puisi Galau

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..."


Articles

20 August 2008

Untuk Sahabat

Print

Pernah kita goda banci
Diperempatan biasa kita minum kopi
Diapun kecentilan dan menghampiri
Kuingat kau ketakutan dan grogi

Dia duduk disebelahmu
Ngobrol dan meraba pahamu
Aku persis didepanmu
Perut kaku menahan tawaku

Kau katakan setelah itu

"aku hampir pingsan tau!!"

Pernah juga kita goda wanita sejati
Tekstur mukanya sungguh bak bidadari
Semua pasti mengagumi seolah bukan dari bumi
Aduhai lekuk tubuhnya tiada yang tandingi

Kau mulai keluarkan jurus basi
Siulan kuno tak ada arti
Tapi selalu kau jalani
Seolah otomatis alami

Terlihat dia ilfill sekali
Semakin kau merdukan tanpa melodi
Kukerlingkan mata kiri
Eh ekspresinya datar dan pergi

Kukatakan setelah itu

"Dasar nasib lelaki tak laku!!"

Kini kau tak terlihat lagi kawan
Berlayar meraih cita, cinta dan harapan
Di ranah yang sempat kau impikan
Rasakan bias mentari yang sama ketika kita khayalkan

Kunyanyikan bait untukmu...

"...Banyak sudah kisah yang tertinggal
Kau buat jadi satu kenangan
Seorang sahabat pergi tanpa tangis arungi mimpi
Selamat jalan kawan cepatlah berlabuh
Mimpimu kini telah kaudapati
Tak ada lagi seorangpun yg mengganggu
Kau bernyanyi...."

Selamat Jalan Sahabat
Dihatiku kau selalu yang terhebat

20 September 2008, diatas atap yang membosankan

 

Tags: yangkitaselalukinisahabatlagisetelahgodajalantanpapernahranahharapandisempatbiaskhayalkankunyanyikanbaitketikasamamentari
kumpulan puisi galau iklan
kumpulan puisi galau iklan puisi galau space iklan

Cari Tema Puisi

Para Pembaca

We have 17 guests and no members online

Tukar link website anda dengan kami disini