Puisi Galau: Patah Hati, Putus Cinta, Roman Picisan

puisi galau

Puisi Galau - Setiap orang pasti merasakan yang namanya galau. Ketika kegalauan itu datang menghampiri hati kita entah itu disebabkan oleh seseorang maupun hal yang lainnya. Tentu akan membuat kita merasa memikirkan sesuatu yang entah sadar atau tidak semua itu.

Yang jelas kita rasakan saat itu adalah merasa sangat sulit untuk keluar dari zona galau tersebut. Tentu semua itu karena suatu perasaan cinta maupun perasaan lainnya yang ada pada diri kita.

Sangat beruntung sekali kita masih diberikan perasaan galau. Loh kok bersyukur min ? Jadi begini, bayangkan saja jika kita tidak diberi perasaan-perasaan seperti saat ini oleh Allah SWT.  Tentu kita merasa semua hidup kita itu monoton dan biasa biasa saja.

Perasaan galau yang kita rasakan sendiri ini merupakan suatu bentuk perasaan atau cinta kita dan kepedulian kita terhadap sesuatu atau seseorang. Dan sisi baiknya adalah dengan perasaan galau tersebut kita akan lebih dekat kepada sang pencipta, sang pemberi perasaan galau.

Saya sarankan ketika kamu galau jangan malah marah-marah tidak jelas, menangis tiada henti, mengurung diri di kamar. Itu merupakan tindakan yang salah kaprah. Hal positif yang harus kamu lakukan adalah berserah diri kepada sang maha pencipta dan lakukanlah hal positif.

Kumpulan Puisi Galau 

Nah saya sudah panjang lebar bicara tentang galau, kali ini postingan saya yang pertama kali ini akan membahas tentang puisi galau.

Semoga puisi galau di bawah ini mungkin akan sedikit membantu kamu dalam mengutarakan kegalauanmu atau dapat menjadi puisi yang di dalamnya terdapat kata kata yang mewakili perasaan anda saat ini.

Puisi Galau Cinta Sedih Sangat Menyayat Hati

Puisi Galau : Aku Rela

Aku bukan romeo penebar pesona
Bukan pula Don juan pemikat wanita
Juga bukan titisan Cassanova
Akulah tukang kebun bahagia
Maafkan aku pujaan rahasiaku
Aku yang telah tinggalkanmu
Bukan harapku berakhir dihari itu
Kedewasaanku telah benamkan egoku

Tahukah kau kurelakan tuk siapa saja
Tahukah kau bahagiamu adalah pasal pertama
Tahukah kau putus asa mulai meraja
Tahukah kau raguku mampu terjaga

Aku tak sanggup ada
Jika kau rindu belaian mesra
Aku tak siap terjaga
Saat kau menangis menahan kecewa
Aku tak bisa melihatmu tak bahagia
Kurelakan kau walau berat adanya
Maaf jika luncuran kata duka
Hanya seketika itu juga
Sungguh aku tak bisa....

Tahukah aku mati jika tak ada kawan
Mungkin kuakhiri saja nyawa
Tapi terlalu hangat pelukan keluarga
Tak sanggup kuabaikan orang yang mencinta

Kau masih berarti dalam lamunan malam
Masih termimpi walau tak setakjub dulu
Seolah hanya kamu bayangan masa depan
Walau kau tidak lebih dari serpihan masa

Mampukah aku berarti bagimu
Jika sisi bumi pisahkan kita
Beda semua belokan arah hidup kita
Kuberharap hilang tuk selamanya

Atau....

Kita bertemu dalam tikungan hari
Lama cinta pergi membawa kita sendiri
Suatu saat nanti jika kau lihat purnama ilahi
Kuingin menemukannya kembali

Dan abadi...
Puisi Galau : Namamu

Mungkin kau tak pernah tahu apa yang kutulis disini
Yang terkadang tak tereja di setiap syairnya
Yang takkan pernah selesai kurangkai untukmu
Dan tak tak pernah lelah kugoreskan di tiap aksaranya
Hingga kata yang kupintal menjadikan namamu

Izinkan aku mencintaimu meski dalam goresan pena
Aku ingin mencintaimu layaknya mentari
Yang bergulir sempurna dari kanan ke kiri
Aku ingin mencintaimu seperti udara
Yang tak terlihat namun dapat kau rasa

Mungkin bagimu rinduku tak kasat mata
Rindu yang tak terbaca yang tak kau pahami maknanya
Biarkanlah aku simpan dan kurajut dalam hati
Tentangmu...
Pada sedikit kisah hidupmu yang pernah kau bagi cerita
Pada sekeping hatimu yang rela kutumbuhi bunga
Tentangmu...
Namamu yang selalu menggetarkan sekeping hatiku... 
Puisi Galau : Ruang Hati Tanpa Tepi

apa yang aku harap untuk saat ini
apa yang aku pinta untuk nanti
apa yang aku simpan untuk esok pagi
apa yang tersisa dihati
juga apa yg kutunggu setelah malam berganti

ku tak tahu…
aku tidak disini
disuatu tempat, tidak disini

ini ruangku, kosong tanpa tepi
ini paradeku, hanya kusendiri
ini perlintasanku dalam perih

aku, tanpaku, tanpamu…
hanya kusendiri…

ku tak ingin yang lain
ku tak ingin kisah yang lain
ku tak ingin rindu yang lain
ku tak tahu apa yang aku harap saat ini

kosong, hanya lautan dengan badai
kosong, hanya jarak-jarak yang tak terjangkau dalam mimpi
kosong, hanya aku, tanpamu, sendiri…

aku tak ingin apapun
tidak juga aku, tidak juga kau…
ku hanya ingin sesaat denganmu

sesaat tuk lepaskan bebanku
rinduku, kehilanganku, juga tangisku
sesaat tuk sadari kau disitu…

kau ada untukku
tidak karena aku
tapi karenamu 
Puisi Galau : Dua Dunia

Kini semua berbeda.
Tak ada lagi senyum di sudut bibir ku.
Tak ada lagi tawa dalam hari ku.
Tak ada lagi sinar dalam tatapan ku.
Semua sirna, semua lenyap.

Bintang yang slalu menyapa ku.
Bulan yang tersenyum melihat ku.
Kini seakan menjauh.
Meninggalkan ku dalam gelap malam.
Terpuruk dalam kesepian.
Sejak kepergian mu.

Kadang aku teringat..
saat aku tersenyum karena mu.
Saat aku terlelap dalam peluk mu.
Semua masih melekat erat dalam memory ku.

Terkadang ada rasa penyesalan.
Karena aku tak pernah buat mu bahagia.
Aku slalu egois.
Aku tak pernah peduli.
Saat kau terluka karena sikap ku.

Ingin rasanya aku menemui mu.
Mengobati rasa rindu ku.
Tapi aku tak mampu.
Karena kita tlah terpisah dunia.
Aku hanya bisa berharap.
Kau kan datang dalam mimpi” ku.
Puisi Cinta : Menangis Lagi

kamu seakan hilang
timbul tenggelam
ku cari ku sibak waktu
dengan kata dengan suara
kau hanya sepatah bersua
apakah ini artinya kau telah lupakan aku?
melangkah tanpaku?
meninggalkan diriku?

aku hanya hancur..

kutitipkan semua pesan ini dalam kata
semoga kau membaca...
aku disini terus mencintaimu
meski ternyata tak kau indahkan aku
aku lelah
aku ingin menyerah
kau tinggalkan diriku
meski pernah berucap takkan hilang dariku
kini aku sendiri
tak lagi berpikir kau akan kembali
aku hanya ingin mati membawa cinta ini
hingga kuberpegang tetap dengan senyum

 Puisi Galau Tentang Kenangan Masa Lalu

Memunguti Kenangan

Tak ada sapa
Hanya praduga selalu bersemayam
Di dalam kepala dan dada.

Inginmu jadi deritaku
Saat pergi kau anggap semua itu usai

Sementara itu
Setiap pagi kau selalu memunguti
Kenangan-kenangan berantai

Puisi Galau Tentang Cinta 

Cinta Semu

Selayaknya cinta nan berpagut
Tak pantas kau terus terperangkap dalam bimbang yang bergelayut

Perjuanganku telah usai
Saat kau anggap semuanya selesai

Untuk hatimu
Untuk cinta semu
Yang dulu pernah aku yakini bahwa semua itu
Akan berakhir indah tanpa pilu
Pijar
Kau pergi saat hati kian meyakini
Bahwa dipertemukan denganmu adalah takdir Illahi

Tapi kini..

Aku semakin sadar tanpa gentar
Bahwa aku telah benar
Bahwa aku akan semakin berpijar

Asa gelap memancarkan kemilap cahayaku
Lorong lorong hati akan terisi
Oleh cinta yang lebih menghargai.
Menggantung Bagai Mendung

Pikiranku menggantung
Bagai mendung
Sedangkan rindu ini ialah petir
Yang semakin terasa getir

Kedewasaan kita kah
Atau takdir kah

Yang sengaja
Mengajak kita
Untuk sesaat berteduh dari lara 

Puisi Galau Tentang Seseorang 

Puisi Galau: Apa Kabar?

Dua kata saat malam purnama
Sudah cukup membuatku gembira
Meski harus membuka luka lama.

Meski tanyamu adalah luka
Tapi apa daya hati ini hanyalah sumber
Dari segala asa dan rasa.
Puisi Galau: Apatis

Apa yang harus aku tulis
Sedangkan kisahku semakin berubah menjadi apatis

Sudaikah kau untuk ada
Sekalipun itu adalah duka?

Kenapa kita dipertemukan
Jika hanya untuk saling berpamitan?

Adakah kebersamaan yang abadi?
Adakah sepi yang tak mengundang pergi?
Aku Memilih Diam
Oleh : Gibran.

Biarkanlah aku memenjarakan semua ini.
Mengisahkannya lewat sebuah pena.
Memang pahit.
Bahkan sakit.
Memendam sebuah rasa.
Rasa yang ku sebut itu cinta.

Aku memilih diam seribu bahasa.
Karena aku tidak tahu harus berbuat apa.
Cinta . . .
Aku tidak ingin mengungkapkannya.

Aku tahu itu menyedihkan.
Tetapi . . .
Lebih menyedihkan jika engkau mengetahuinya.
Dan perlahan kau menjauhiku.
Karena sebuah rasa cinta.
Yang tak seharusnya ada. 

Puisi Galau Tentang Keraguan Cinta

Ketika mulut ini sudah tak sanggup untuk menggatakannya lagiKetika mulut ini sudah lelah memintanyaKetika semua serasa terbungkam

Tanpa kata..Hanya isyarat mata yang bisa berbicaraBagaimana mirisnya hati iniBagaimana kosongnya pandangan iniTitik – titik air terjatuh pula dari pelupuk mataYang tak sanggup menahannya

Jikalau..Tergoresnya keraguanTernodanya kesetianRapuhnya kekuatan cintaTak bisa diungkap lagi dengan kataCukup hati yang berbicaraDan titik air mata yang menjawab

Kumpulan Puisi Galau Terbaru

Hatiku Patah

Derai air mata ku tak henti mengucur dengan perih nya,
sayatan pisau cinta mu membuat tangis, pedih membaur

Oh Cinta,
Inikah wujud mu yang menjelma dalam layar ku bentang
Terhantam badai kedukaan
Terhempas di dasar laut kesengsaraan

Arah ku hilang, kekokohan ku musnah, raungan ku tak ada lagi
Terdengar terendap bersama laranya jiwa

Hadir ku sendiri, antara deras rintik hujan bertubi
Tangis ku tiada mampu lagi menawar di sisi
Harus kemana arah rindu ku ini ketika hadir mu hanya mampu menyakiti

Hati ku patah sudah
Hati ku hancur berkeping-keping, telah kau dustai semua
Percaya juga setia yang ku jaga
Janji tinggal dusta
Harapan pun sirna sudah
hanya pada waktu ku pasrahkan

Biarkan masa menawar luka, hari ini atau besuk.. harap ku kembali indah
Penjara Kesedihan

Wahai kasihku
dapatkah kau mendengarkan ku
walau kini tempatmu jauh berbeda
tiada pernah terpikir dalam benakku

Ku rindu ada di dekatmu
kini kau telah tiada
jauh hatiku kau letakan dalam samudra
kini tak lagi ada bahagia yang ku rasa
kala hampa temani duka

Tak lagi ada yang indah setelah engkau tiada
memukul sepi, terusik jiwaku

bebanlah semakin kian ku membisu
apa lah dalam benaku

Kau tak mungkin lagi kembali di hadapku
aku lemah, temani walau sejenak
habiskan waktu tuk memikirkanmu
semakin jauh semakin ku terluka

Saat semua orang tersenyum berselimut bahagia
jatuhlah aku, air mata di pipi
tak ada yang menghapus tak ada yang mengobati
engkau pergi, engkau mati
tinggalkan mulut terbungkam
dalam penjara kesedihan

Puisi Galau Rindu Karena Cinta 

Mata Air dan Air Mata

Aku ingin membasuh air matamu
Biar luka itu kering
Dan kau bisa melukis pelangi di birunya mata air
Tanpa air mata lagi
Dan aku ingin menghirup mata airmu
Biar kehausan rindu ini tergenangi
Tak Pernah Bisa

Aku tak pernah bisa mencampakkan cinta yg tak pernah kau miliki
Aku mencintaimu, tapi kau belum memiliki cintaku
Apa yg mesti aku campakkan sementara aku tak punya apa-apa lagi
Selain harapan satu-satunya
Harapan agar kau menerima cintaku 
Datang Menjelang

Seperti kemarau yang menanti hujan
Kutunggu kabarmu yang masih diam
Apakah engkau baik-baik saja?
Seperti tanah tandus yang tersenyum karena deras merebas
Aku hanya bisa mengucap salam dengan doa
Agar kau tak pernah kurang
Selalu tersenyum karena bahagia menjelang, untukmu…
Yang Tak Terlupa

Yang tak pernah terlupa sedikitpun
Saat ruang kosong menyekat di kepala
Bayangmu mematuk seketika
Merama rama tak hilang
Melebur nyata dalam bilur rindu yang terpelihara

Entah di mana adamu…
Aku hanya tahu kau selalu menghadirkan getar-getar indah
Yang kuiba menjadi bahagia
Di setiap tarian debu dan derai gerimis yg jatuh
Hanya Padamu

Mataku terpejam tak mau
Anganku berontak tak lesu
Merekat pada ruang kamar
Berkutat pada riuh gaduh angin malam
Meronta lagi getar ini
Mengais lagi rindu bertali

Untukmu kuasah luka
Padamu kuasuh bahagia
Padamu cinta ingin kuakhirkan
Kupercayakan tanpa sebab yg harus diperdebatkan
Hanya padamu, itu saja..

Itulah beberapa contoh lumpulan puisi galau yang bisa saya sajikan pada kesempatan kali ini. Nanti akan saya sambung kembali di postingan kedua saya. Semoga puisi galau di atas  bisa mewakili perasaan kamu ya. Sekali lagi saran saya "jangan berlarut terlalu lama dalam kegalauan". Mungkin cukup sekian sampai di sini dulu. Jangan lupa berikan tanggapan kamu mengenai puisi galau diatas terima kasih. 

Belum ada Komentar untuk "Puisi Galau: Patah Hati, Putus Cinta, Roman Picisan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel