20+ Contoh Puisi Permohonan Maaf Menyentuh Hati

Puisi Permohonan Maaf - Memohon maaf adalah suatu cara untuk mengakui sebuah kesalahan yang pernah kita buat kepada seseorang. Puisi permohonan maaf merupakan sebuah kata-kata yang disusun dalam puisi yang mana merujuk terhadap permintaan maaf kepada orang lain.

Jika kamu telah melakukan kesalahan kepada orang lain, kamu dapat mengungkapkan rasa salahmu melalui puisi. Pada kesempatan kali ini penulis akan berbagi kumpulan puisi permintaan maaf, berikut contoh puisinya...

kumpulan Puisi permohonan maaf


Kumpulan Puisi Permohonan Maaf

Judul Puisi : Begitu hina dan nistakah diriku

Lelah kaki ini melangkah
Melewati lembah, bukit, dan mengarungi dalamnya samudra
Tawa, sedih dan air mata bagai teman setia
Senang, bahagia, tak kunjung datang menjalang
Namun  apa hendak  dikata
Ombak tak lagi setia pada pantai
Matahari enggan menyinari
Rembulan hilang ditelan awan
Bintang-bintangpun pergi entah kemana
Wahai matahari
Kenapa engkau enggan menyinari
Kamu bintang
Kenapa engkau bersembuny
Dan engkau bulan
kenapa mau dihalangi awan
Bukankah engkau matahari telah berjanji menyinari
Bulan menjadi penerang
Dan bintang menghiasi malam
Lantas kenapa engkau pergi
Apakah engkau takut terhina dengan keadaan ini
Malu dengan kenyataan
Benci pada kenistaanku
Hingga engkau berpaling
Terlalu hina kah diriku ini
Terlalu nistakah aku dimata mu
Hingga engkau enggan kepadaku

Judul Puisi : Kau Lenteraku


Mengapa hari begitu kelam
Di saat engkau tak lagi dekat
Tertinggal bayang yang selalu menemani
Kau pergi
Membawa kata yang tiada lagi menerangi indahnya lentera hati
Hati begitu hitam Sampai ternangis tanpa jejak
Di ikat erat kehampaan

Kini sepiku kembali datang bersama hujan yang tiada mereda
Kau lenteraku
Tetaplah menerangi hidupku
Jangan padamkan sinarmu
Sekalipun hidup tiada lagi kumiliki

Judul Puisi : Hidupku Kelam

Sunyi, Sepi, Kosong
Perasaan yang seolah melekat dijiwaku
Perasaan yang terus menghantui di kala gelap malamku
Perasaan yang sepertinya enggan pergi dariku
Perasaan yang secara perlahan membunuh jiwaku
Perasaan yang mulai mematikan rasaku
Aku tak dapat mengontrolnya
Aku pun tak dapat melawannya
Seberapa usahaku tuk mengenyahkannya
Seakan rasa itu telah menguasai diriku yang lemah ini
Kesepian, kehampaan
Seiring bergantian mendatangi hariku yang kelam
Tanpa ku tahu sebabnya
Ingin sekali rasanya aku lepas dari kegundahan ini
Ingin sekali rasanya menang melawan kesedihan ini
Dan menggantikan semua dengan kebahagiaan
Sehingga hati aku peka akan rasa bahagia
Tapi semakin aku mencoba, aku tak mendapatkannya
Relungku berteriak, Mengapa?
Mungkin memang takdir tak berpihak kepadaku
Sehingga ku tak yakin semua akan indah pada waktunya

Judul Puisi : Duniaku Sunyi


Dunia ku sunyi
Gelap
Hampa
Tanpa cerita
Semua hilang tak berjejak
Seiring lenyapnya tiap untaian harapan ku
Angan ku melayang
Mencari satu suara dalam keheningan
Mengharap satu sentuhan yang dulu begitu menggetarkan

Aku rindu
Akan lembut teriakkan yang memanggil namaku
Tapi sekarang semua hilang
Tertelan dalam keheningan
Tak sedikit pun ku dengar suara
Tak juga tiupan angin yang dulu selalu sampaikan pesan rindu
Aku terdampar disini dalam keheningan tanpamu

Judul Puisi : Penyesalan

Lama sudah rasanya aku termenung
Pada kegelapan tak bertepi,
Pada kesunyian cahaya terang
Aku tersungkur di tepi jalan,
Berharap kan ada seorang yang menolongku,
Namun tak satupun kulihat seorang menoleh untukku,
Aku telah kehilangan arah.
Hanya diriku yang mampu mengubahnya, namun harus kuakui...
Aku tak sanggup tuk mengubahnya,
Bukan diriku tak ingin berubah, hanya waktu tak merelakan
Bukan lagi cahaya terang membasahi ku,
Hanya kegelapan hitam menerpa setiap arah jalanku,
Aku tersungkap pada sebuah tepi jurang penyesalan,
Dan kali ini dengan tangis pilu melengking,
Kukatakan pada diriku bahwa aku menyesal,
Menyesal karena selalu mengecewakan dan menyakitimu...
Namun selamanya, penyesalan selalu datang terlambat
Sudahlah.... Ku sudah tak sanggup untuk hidup lagi
Kan kubawa cintaku padamu hingga akhir hayatku.

Judul Puisi : Bila Waktuku Tiba


Bila waktuku tiba...
Ukir namaku seindah puisi cinta
Dan jangan kau tangisi walau hanya sebutir tetes airmata
Bernyanyilah dengan suara merdu
Senandung mengantarku pulang

Bila waktuku tiba...
Tak usah bersedih walau tetap terkenang
Pelipur lara akan segera datang
Aku akan tetap milikmu
Walau harus saling mendahului pulang
Kuyakin kita akan bertemu dengan riang

Bila waktuku tiba...
Senyum manis akan kupelihara
Menebar ke seluruh insan yang datang
Tak perlu duka nestapa terlihat menyerang
Karena aku akan pulang dengan tenang

Bila waktuku tiba...
Lihatlah bahwa kita tetap bersama
Walau terpisah waktu dan ruang
Bukankah kita akan bertemu jua
Saat kau pulang...
Kujemput kau dengan malaikat riang

Bila waktuku tiba...
Maafkanlah aku atas kesalahanku padamu
Maafkanlah aku karena mendahuluimu
Semua kulakukan karena tidak mau menyakitimu lagi
Aku akan menunggumu disini...
disisi Illahi.

Judul Puisi : Kutau Kau Menangis, Maafkan Aku

Bukan maksud hati menyakiti
Maafkan daku bila engkau tersakiti
Aku hanya ingin engaku ketahui
Betapa gundah gulana hati ini
Aku tau engkau begitu peduli
Memberi hatimu untuk kumiliki
Tak kala aku lemah engkau menyemangati
Selalu datang bagai Peri
Terkadang aku malu sendiri
Selalu membuat engkau sakit hati
Namun engkau selalu lalui
Dengan kasih yang kau miliki
Engkau sangat berarti dihati
Salahku selalu engkau tangisi
Walau aku selalu mengulangi
Engkau tetap tabah menghadapi
Kasih...
Hapuslah airmatamu dipipi
Jangan Menagis lagi
Berkenanlah memberiku waktu memperbaiki
Agar kudapat membuat senyummu mekar lagi.

Itulah kumpulan contoh puisi tentang permintaan maaf, bila kamu ingin mengungkapkan maaf kepada temanmu atau pacarmu, kamu dapat mengungkapkan perasaanmu melalui puisi-puisi diatas. Semoga bermanfaat...

Belum ada Komentar untuk "20+ Contoh Puisi Permohonan Maaf Menyentuh Hati"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel